Jl. Veteran No.26B, Purus, Kec. Padang Barat. | rektoratunes@unespadang.ac.id
  • English | Indonesian
Develop a passion for learning

LPPM UNES Monitoring PKM dgn Inovasi Sala Lauak Bergizi dengan Substitusi Tepung Talas Di Desa Rawa

Inovasi Sala Lauak Bergizi dengan Substitusi Tepung Talas Di Desa Rawang Kota Pariaman 

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ekasakti yang diketuai Prof.Dr.Ir. I Ketut Budaraga,MSi dengan Tim monitoring melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan PKM Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Sala Lauak Bergizi dengan Substitusi Tepung Talas di Desa Rawang Kota Pariaman pada Hari Senen, 14 September 2026. Ketua LPPM menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim monitoring dan evaluasi yang telah hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan program di lapangan kegiatan PKM Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Sala Lauak Bergizi dengan Substitusi Tepung Talas di Kota Pariaman.

Kegiatan monitoring dan evaluasi bukan semata-mata untuk melihat apakah program telah dilaksanakan sesuai proposal. Lebih dari itu, monev merupakan momentum penting untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan beberapa aspek sekaligus, yaitu pemberdayaan perempuan, diversifikasi pangan lokal, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, inovasi produk pangan, peningkatan gizi, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Kita semua mengetahui bahwa sala lauak merupakan salah satu pangan tradisional yang memiliki identitas kuat di Kota Pariaman dan Sumatera Barat. Di sisi lain, talas merupakan komoditas pangan lokal yang potensial, tetapi pemanfaatannya masih dapat dikembangkan lebih jauh.

Oleh karena itu, inovasi melalui substitusi sebagian tepung dengan tepung talas merupakan langkah yang sangat menarik. Inovasi ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan yang baru, tetapi juga bagaimana pangan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bergizi, memiliki nilai tambah, diterima konsumen, dan memiliki peluang ekonomi.

LPPM Universitas Ekasakti memandang bahwa keberhasilan sebuah program PKM tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan pelatihan atau terselesaikannya produk.

Keberhasilan harus dilihat dari pertanyaan yang lebih mendasar:

Apakah masyarakat mampu melanjutkan inovasi tersebut secara mandiri?

Apakah keterampilan mitra meningkat?

Apakah kualitas dan nilai jual produk meningkat?

Apakah inovasi tersebut dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga?

Dan yang tidak kalah penting:

Apakah program ini dapat terus berjalan setelah pendanaan dan pendampingan dari perguruan tinggi berakhir?

Karena itu, kami berharap kegiatan monev hari ini dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai capaian, kendala, potensi, serta keberlanjutan program.

Kami juga berharap tim pelaksana dapat menerima masukan dari reviewer sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas program. Kritik dan saran yang diberikan bukanlah akhir dari kegiatan, tetapi menjadi input untuk penyempurnaan dan pengembangan program berikutnya.

Ke depan, kami berharap inovasi Sala Lauak Bergizi Substitusi Tepung Talas tidak berhenti sebagai produk hasil kegiatan pengabdian.

Kami ingin melihat adanya hilirisasi dan keberlanjutan, antara lain melalui:

standardisasi formulasi dan proses produksi;

peningkatan kualitas dan keamanan pangan;

pengemasan dan branding produk;

perizinan usaha dan sertifikasi yang diperlukan;

penguatan manajemen kelompok;

pengembangan pemasaran digital;

analisis kelayakan usaha;

pengembangan diversifikasi produk berbasis talas;

serta pembentukan model usaha yang dapat direplikasi pada kelompok masyarakat lainnya.

Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya menghasilkan transfer teknologi, tetapi mampu menciptakan transformasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kami juga berharap KWT Bohai mitra dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan pangan lokal, peningkatan kualitas konsumsi pangan keluarga, serta pengembangan usaha produktif berbasis potensi daerah.

Atas nama LPPM Universitas Ekasakti, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim pelaksana PKM, kelompok mitra KWT Bohai, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

 

Foto bersama dengan KWT Bohai dan kepala Desa Rawang Kota Pariaman

 

Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing, dengan tetap mengedepankan potensi pangan lokal dan kearifan lokal daerah.

Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Lapangan ini.

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, menghasilkan evaluasi yang konstruktif, serta memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Wanita Tani, masyarakat Kota Pariaman, dan Universitas Ekasakti.

Menurut ketua Tim PKM Rera Aga Salihat,S.Si.MSi berharap program ini dirancang bukan hanya untuk menghasilkan sebuah produk pangan baru, tetapi sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, khususnya talas, sekaligus mempertahankan dan mengembangkan identitas pangan tradisional sala lauak.

 

 

Harapan pertama: KWT semakin berdaya dan mandiri

Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri anggota KWT dalam mengembangkan produk pangan berbasis bahan baku lokal.

Kami ingin KWT tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi menjadi pelaku utama inovasi dan pengembangan usaha pangan lokal.

Ke depan, KWT diharapkan mampu melakukan produksi secara mandiri, menjaga mutu produk, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, dan mengembangkan pemasaran.

Harapan kedua: Sala lauak semakin inovatif dan bernilai gizi

Kami berharap inovasi substitusi tepung talas dapat menghasilkan sala lauak yang memiliki karakteristik sensoris yang baik, nilai gizi yang lebih beragam, dan tetap mempertahankan cita rasa yang dapat diterima masyarakat.

Kami ingin membuktikan bahwa pangan tradisional tidak harus ditinggalkan ketika masyarakat memasuki era modern.

Sebaliknya, pangan tradisional dapat kita inovasi tanpa kehilangan identitasnya.

Tradisional dalam identitas, inovatif dalam teknologi, dan bernilai tambah dalam ekonomi.

Harapan ketiga: Talas menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah

Talas merupakan salah satu sumber pangan lokal yang potensial.

Melalui kegiatan ini, kami berharap pemanfaatan talas tidak hanya terbatas sebagai bahan pangan rumah tangga, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan baku produk pangan inovatif yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, terjadi hubungan yang lebih kuat antara petani, KWT, pengolah pangan, dan pasar.

Harapan keempat: Terbentuknya usaha produktif KWT

Kami berharap hasil kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi unit usaha produktif berbasis pangan lokal.

KWT diharapkan mampu menghasilkan produk secara berkelanjutan, melakukan pengemasan yang menarik, membangun identitas atau merek produk, serta memasarkan produk melalui pasar lokal maupun platform digital.

Kami ingin agar inovasi ini memberikan manfaat langsung berupa peningkatan peluang usaha dan pendapatan keluarga anggota KWT.

Harapan kelima: Produk memiliki standar mutu dan keamanan pangan

Kami juga berharap pendampingan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk.

KWT perlu memiliki kemampuan untuk menjaga konsistensi formulasi, kebersihan proses, keamanan pangan, kualitas bahan baku, pengemasan, dan umur simpan produk.

Ke depan, kami berharap produk dapat diarahkan untuk memenuhi persyaratan perizinan dan sertifikasi pangan yang sesuai sehingga memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Harapan keenam: Terwujudnya hilirisasi inovasi

Sebagai tim dari perguruan tinggi, kami berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi bagian dari proses hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Artinya, hasil inovasi tidak berhenti sebagai laporan kegiatan atau produk demonstrasi, tetapi berkembang menjadi produk yang diproduksi, dikonsumsi, dipasarkan, dan memberikan manfaat ekonomi.

Harapan ketujuh: Keberlanjutan program

Harapan terbesar kami adalah kegiatan ini tetap berjalan setelah program PKM selesai.

Kami berharap KWT mampu melanjutkan produksi dan pengembangan sala lauak bergizi secara mandiri.

Universitas Ekasakti melalui LPPM dan tim pelaksana juga berharap dapat terus menjadi mitra KWT dalam pengembangan teknologi, mutu produk, diversifikasi produk, desain kemasan, pemasaran, serta pengembangan usaha.

Harapan kami ke depan

Kami membayangkan bahwa suatu saat nanti Sala Lauak Bergizi Substitusi Tepung Talas dapat menjadi salah satu produk pangan inovatif khas Kota Pariaman yang dikenal lebih luas.

Tidak hanya menjadi makanan yang enak dan bergizi, tetapi juga menjadi:

produk unggulan KWT,

produk berbasis pangan lokal,

produk yang memiliki identitas budaya,

produk yang memiliki nilai ekonomi,

dan produk yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Foto Ketua Tim PKM menyerahan peralatan produksi salalauk kepada KWT Bohai disaksikan ketua LPPM Univ. Ekasakti dan Kepala Desa Rawang

 

Kami juga berharap model pemberdayaan ini dapat dikembangkan dan direplikasi pada kelompok wanita tani lainnya sehingga manfaat program menjadi semakin luas.

Selanjutnya harapan Kepala Desa Rawang bapak Sukri, atas nama Pemerintah Desa Rawang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Ekasakti melalui LPPM dan Tim Pelaksana PKM yang telah menjadikan Desa Rawang Kota Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bagi kami, program “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Sala Lauak Bergizi dengan Substitusi Tepung Talas” merupakan kegiatan yang sangat positif karena menggabungkan pemberdayaan perempuan, pemanfaatan potensi pangan lokal, pelestarian makanan tradisional, inovasi teknologi pangan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

1. Harapan terhadap Kelompok Wanita Tani

Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian Kelompok Wanita Tani.

Kami ingin anggota KWT tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang cara membuat sala lauak dengan substitusi tepung talas, tetapi juga mampu mengembangkan produk tersebut menjadi usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kami berharap setelah program selesai, KWT dapat terus melakukan produksi dan mengembangkan inovasi secara mandiri.

2. Harapan terhadap Pemanfaatan Talas Lokal

Desa Rawang memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan.

Kami berharap melalui program ini, talas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Selama ini bahan pangan lokal sering kali hanya dimanfaatkan secara sederhana. Dengan adanya inovasi dari perguruan tinggi, kami berharap bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai gizi, nilai budaya, dan nilai ekonomi.

3. Harapan Sala Lauak Menjadi Produk Unggulan

Sala lauak merupakan salah satu makanan yang sangat dikenal di daerah kita.

Kami berharap inovasi sala lauak dengan substitusi tepung talas tidak menghilangkan ciri khas dan cita rasa makanan tradisional tersebut.

Sebaliknya, kami berharap inovasi ini dapat menjadikan sala lauak sebagai produk pangan lokal yang lebih bergizi, menarik, higienis, dan memiliki daya saing.

Kami berharap ke depan produk ini dapat menjadi salah satu produk unggulan KWT Desa Rawang.

4. Harapan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Kami sangat berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Jika produk dapat diproduksi secara konsisten dan memiliki pasar, kami berharap KWT dapat memperoleh tambahan pendapatan.

Kami juga berharap muncul peluang usaha baru, mulai dari penyediaan bahan baku talas, proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk turunan lainnya.

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anggota KWT, tetapi juga oleh masyarakat Desa Rawang secara lebih luas.

5. Harapan Peningkatan Keterampilan dan Teknologi

Kami berharap pendampingan dari Universitas Ekasakti dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi pengolahan pangan yang lebih baik.

Kami juga berharap KWT mendapatkan pendampingan dalam:

menjaga kebersihan dan keamanan pangan;

menjaga konsistensi kualitas produk;

pengemasan dan pelabelan;

perhitungan biaya dan harga jual;

pemasaran;

pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital;

serta pengembangan perizinan dan sertifikasi produk.

6. Harapan Keberlanjutan Program

Harapan kami yang paling penting adalah kegiatan ini tidak berhenti setelah program PKM selesai.

Kami berharap hubungan kerja sama antara Pemerintah Desa Rawang, KWT, dan Universitas Ekasakti dapat terus dilanjutkan.

Pemerintah Desa Rawang siap mendukung sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki, terutama dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi pangan lokal, dan penguatan usaha kelompok.

Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari program pemberdayaan yang lebih besar dan berkelanjutan.

7. Harapan Menjadi Model Pemberdayaan Desa

Kami berharap Desa Rawang dapat menjadi contoh bahwa pangan lokal dapat menjadi sumber inovasi dan sumber ekonomi masyarakat.

Kami ingin agar keberhasilan program ini nantinya dapat dikembangkan menjadi model yang dapat diterapkan pada kelompok masyarakat lainnya.

Bila KWT berhasil, maka bukan hanya kelompok yang berkembang, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat Desa Rawang untuk melihat potensi pangan lokal sebagai peluang usaha.

Atas nama Pemerintah Desa Rawang, kami berharap program ini dapat menghasilkan perubahan yang nyata:

KWT Bohai semakin terampil,

talas semakin bernilai,

sala lauak semakin inovatif,

usaha masyarakat semakin berkembang,

dan perekonomian masyarakat semakin meningkat.

Kami sangat mengharapkan agar Universitas Ekasakti dapat terus mendampingi masyarakat Desa Rawang, karena kami menyadari bahwa proses pemberdayaan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan kerja sama berbagai pihak.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Reviewer/Monev yang telah hadir dan memberikan perhatian terhadap kegiatan yang dilaksanakan di desa kami.

Semoga hasil monitoring dan evaluasi hari ini memberikan rekomendasi yang positif untuk pengembangan program ke depan.

Akhirnya, kami menyampaikan satu harapan:

“Semoga inovasi sala lauak dengan tepung talas tidak hanya menjadi produk kegiatan PKM, tetapi menjadi produk unggulan KWT yang terus diproduksi, dipasarkan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Rawang.”

Atas nama Pemerintah Desa Rawang, kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Ekasakti, LPPM, Tim Pelaksana PKM, Kelompok Wanita Tani, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

(Rudiyansa - Humas Unes)

 

 


0 komentar